Gunwongalas


Gerhan, sebuah proyek penuh kecurangan…
March 6, 2008, 11:05 am
Filed under: HOME

Realitas yang ironi

Gembar-gembor rehabilitasi hutan saat ini memang telah bikin pekak telinga kita. Konsep yang dipaparkan telah jelas, pada initnya adalah mengurangi degradasi hutan dan lahan. Hal ini semakin vital mengingat kondisi alam kita telah begitu parahnya. Bisa dikatakan, kalau orang sakit sudah begitu akutnya.

Ada satu hal yang ironis, ketika saya amati selama dua tahunan belakangan ini. Semua juklak dan juknis telah disusun dengan baiknya. Lalu, apa yang aneh?

Banyak kasus ditemukan bahwa ketentuan gerhan untuk mendapatkan bibit yang benar-benar baik, telah dicurangi oleh beberapa pihak. Pengadaan bibit tertentu diwajibkan memberikan sertifikasi mutu genetis yang telah dikeluarkan oleh BPSP atau BPTH. Sebuah fakta muncul ketika sertifikasi yang sama dipergunakan untuk penilaian bibit pada lokasi yang berbeda. Bagaimana mungkin ? Sebuah dokumen bibit akan berisi jumlah produksi bibit yang dilakukan, dan jumlah bibit yang lolos untuk disalurkan. Kenyataannya adalah jumlah yang sama dipergunakan lebih dari satu tempat dengan kuota yang sama seperti jumlah bibit yang lolos sertifikasi. Hmmmn, ada kecurangan untuk menjula dokumen bibit. Jadi, pengusaha bibit tidak hanya menjual bibit tapi menjual dokumen bibit juga. Ini adalah realitas yang ada.

Fakta lain adalah, mekanisme penilaian. Beberapa kecurangan adalah telah didistribusikannya bibit sebelum penilaian. Belum diketahui apakah bibit telah sesuai dengan sertifikasi bibit yang dipersyaratkan atau belum. Alasan yang diajukan adalah masyarakat tidak sabar untuk membagi bibit, menanamnya dan atau takut kecurian bibit.

Dalam pelaporanpun penuh rekayasa dengan berisikan data-data siluman yang entah dari mana asalnya. Jadi kalau realisasi distribusi bibit mencapai sekian juta… belum menjadi jaminan bahwa gerhan akan berhasil.

Lalu apa yang harus diperbaiki

Gerhan merupakan konsep yang jelas, namun harus dibenahi. Satu hal yang perlu penekanan adalah adanya mekanisme penilaian/pemantauan bibit sedini mungkin. Bibit mulai dari benih harus dipantau dan dinilai oleh lembaga penilai yang kredibel, tidak sembarang penilai. Langkah ini memang penuh konsequensi menelan banyak anggaran karena proses pemantauan yang lebih panjang. Tetapi yang perlu ditekankan disini adalah output-nya yang maksimal.

Dalam hal ini ada pola pendampingan persemaian dari lembaga independen yang kredibel. Sehingga pengusaha bibit benar-benar bertanggungjawab dengan apa yang dilakukannya. Tidak semua pengusaha harus selalu untung dalam setiap proses transaksinya, asalkan memberikan nilai manfaat yang besar pada lingkungan.

Banyak pekerjaan yang harus dilakukan, mulai dari perencanaannya, implementasinya, dan pengawasannya. Satu langkah yang baik meskipun kecil, akan menghasilkan ribuan langkah baik yang lain. Marilah berubah….!?


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: