Gunwongalas


Tuhan itu Adil..
April 6, 2008, 10:14 am
Filed under: Everything about life | Tags:

Tuhan Itu Adil

Kadang kita terpuruk dengan sesuatu yang tidak kita inginkan. Kenapa ini terjadi padaku? Misal saja ketika kita gagal dalam proses rekruitment kerja, PNS, gagal tender proyek/proposal, penjualan menurun, kebangkrutan dan kepailitan hidup di dunia. Kegagalan-kegagalan dan keterpurukan yang menimpa seseorang secara beruntun dan bertubi-tubi. Dan orang-orang kebanyakan akan mengatakan, Tuhan tidak adil! Tuhan tidak adil!

Saya pikir, orang ini terlalu berani untuk mengatakan hal ini. Ia lupa siapa dirinya? Ia pikir, dialah yang menciptakan dunia. Semua harus tunduk pada dirinya, pada keinginannya. Tuhan seperti budaknya saja, yang harus tunduk sesuai kehendaknya. Ia lupa dan tidak sadar, siapa sesungguhnya dirinya. Keterbuaian dunia telah membutakan mata hatinya. Sungguh, Manusia-manusia sombong.

Ya, wajar sebagai manusia, mengeluh dan serakah, mulai dari cita-cita dan seluruh keinginan karena nafsunya. Terkadang ia lupa bahwa Tuhan telah marah padanya. Karena ia merasa dirinya-lah tuhan sehingga menyuruh Tuhan yang sebenarnya untuk mengabulkan seluruh cita-cita, harapan dan kehendaknya. Padahal kita tahu bahwa Tuhan-lah yang Maha Berkehendak. Dan manusia itu terlalu bodoh. Itulah, manusia yang sombong dan lupa diri.

Manusia, manusia…

Coba sejenak, kita berfikir tentang siapa diri kita sesungguhnya. Kita berfikir apa status, posisi, dan mengapa kita ada. Kita ada bukan berarti, kita bukan karena sendirinya ada. Bukan karena proses alam yang tiba-tiba ada secara alamiah. Kita ada karena diadakan oleh Pencipta, bukan karena mengada-adakan keberadaan kita (manusia). Keberadaan kita kemudian nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Yang Mengadakan.

Terkait dengan kita ada karena ada Yang Mengadakan, maka status kita adalah sesuatu yang diadakan/ hasil ciptaan / karya Sang Pencipta. Kita adalah mahluk yang diadakan dengan nafsu dan akal, dimana kita dibedakan dengan hasil ciptaan/pengadaan mahluk lainnya. Semua yang diadakan adalah mahluk, entah ia bernyawa atau tidak. Mahluk karena harus tunduk kepada Sang Maha Penciptanya. Logika ini memang perlu pemahaman dan pemikiran yang mendalam. Ingat, bahwa Mahluk bukan hanya yang bernyawa. Matahari, Bumi, Langit, Batu, Gunung, Lautan dan sebagainya adalah mahluk yang tunduk dengan apa yang diperintahkan oleh Sang Penciptanya. Matahari bercahaya, Bulan berotasi/revolusi, Bumi berputar, Gunung-gunung menyemburkan gas, dan Lautan bergelombang, semua tunduk dan melakukan penghambaan pada Sang Penciptanya. Mereka bukan berbuat semaunya, tapi atas suatu perintah dari Penciptanya.

Posisi kita adalah hamba/abdi dari Yang Menciptakan. Kewajiban dari hamba adalah mengabdi dan patuh dengan segala aturan-aturan yang diadakan oleh Yang Maha Mengadakan. Menghamba bukan dengan cara yang dibuat-buat sendiri, tetapi menurut pedoman yang telah diturunkan kepada Hamba Terpilih-Nya. Pedoman dan tuntunan yang sesuai dengan Undang-undang-Nya. Bukan menghamba dengan cara yang diada-adakan manusia.

Kembali pada beberapa kegagalan-kegagalan yang kita hadapi, suatu misal gagal meraih sesuatu yang kita inginkan/harapkan. Kebanyakan orang akan menyalahkan Tuhan jika seseorang gagal menggapai sesuatu. Tuhan tidak adil katanya. Ya, karena Mereka tidak ikhlas dalam menghamba pada Penciptanya.

Sebenarnya, kalau kita tau siapa diri kita, maka kita akan mengatakan lain. Semua yang terjadi adalah garis kisah yang telah diadakan oleh Maha Pencipta. Jika kita menghamba dengan sesungguhnya, dengan seikhlasnya maka Sang Pencipta tidak akan membiarkan mahluk ciptaan-Nya. Dia akan memberikan yang terbaik buat mahluk-Nya.

Sebuah kegagalan merupakan ujian dan tahapan yang harus kita jalani. Dan kadang kita harus berfikir bahwa sesuatu yang gagal itu adalah belum/bukan yang terbaik dari-Nya. Kita harus percaya bahwa Allah akan memberikan yang lebih baik dari itu semua. Semua adalah rahasia-Nya. Dan aku percaya, kita diciptakan untuk melakukan sesuatu yang besar dan sesuatu yang terbaik sesuai dengan rencana dan rahasia yang telah ditetapkan-Nya. Masing-masing manusia diciptakan dengan porsi yang telah ditetapkan-Nya dan masing-masing manusia telah ditetapkan untuk melakukan sesuatu yang besar sesuai dengan ketetapan-Nya. Mungkin belum waktunya.

Key words: Yang Maha Pencipta = Yang Mengadakan = Maha Berkehendak = Allah Ta’ala.

Hamba Terpilih-Nya = Nabi/Rosul Muhammad S.A.W

Undang-undang-Nya = Al Qur’an Al Karim

Comments Off on Tuhan itu Adil..





Comments are closed.



%d bloggers like this: